Mendekatkan Perpustakaan Umum Sebagai Tempat Rekreasi Keluarga

Kamis, 7 Mei 2015 11:20:50 - Oleh : perpuskp

Bedah Buku & Talk Show Tes CPNS: Yuk, buruan daftar !

Kunjungan SD Muhammadiyah Mutihan

Bantuan Paket Buku untuk Perpustakaan komunitas 2017

Pojok Baca dalam Pameran Seni Rupa Kulon Progo 2017

Perpustakaan siap cetak penulis remaja berbakat Kulon Progo

         Setiap akhir pekan atau menjelang hari libur, beberapa keluarga mungkin ada yang merencanakan untuk berlibur ke lokasi-lokasi wisata alam seperti pantai, gunung, goa, air terjun dll. Ada pula yang mengajak keluarga untuk wisata belanja dan kuliner seperti ke mall, toko puku, pasar malam, atau swalayan. Lalu ada pula yang mengajak anggota keluarga untuk melakukan wisata edukatif seperti ke kebun binatang, museum, tempat cagar budaya (kraton, candi) atau mendatangi pameran-pameran. Tapi adakah yang berencana rekreasi bersama keluarga ke perpustakaan umum? Mungkin ada beberapa, tapi itu masih dianggab sesuatu  rekreasi yang tidak lazim di negeri ini Dalam pandangan masyarakat, perpustakaan identik dengan tempat untuk membaca buku dan mengerjakan tugas atau untuk mencari informasi penting. Padahal salah satu tujuan utama pendirian perpustakaan umum adalah untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat dan keberadaan perpustakaan umum pasti ada di setiap kabupaten/ kota . Selain itu berkunjung dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan hampir seluruhnya tidak dikenakan biaya alias gratis, karena merupakan fasilitas publik yang dibiayai oleh Negara. Lalu mengapa banyak keluarga yang masih enggan menjadikan perpustakaan umum sebagai tepat rekreasi edukatif? Ada dua jawaban , pertama karena perpustakaan belum menempatkan diri sebagai salah satu tempat rekerasi edukatif. Yang kedua, karena masyarakat umum belum tahu fasilitas dan layanan yang diberikan oleh perpustakaan umum.

         Fungsi Perpustakaan sebagai tempat wisata bagi pemustaka dan masyarakat tertuang jelas dalam pasal 1 ayat 1 UU.No.43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, yakni  bahwa "perpustakaan adalah institusi pengelola karya tulis, karya cetak dan/karya rekam, secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi  kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka". Selain itu pada pasal 3 juga menyebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Menurut UU tersebut jelas perpustakaan umum merupakan tempat untuk rekreasi sekaligus sebagai wahana wisata pendidikan. Wisata pendidikan disini adalah suatu program dimana peserta melakukan perjalanan wisata pada suatu tempat tertentu baik secara individual atau kelompok dengan tujuan utama mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari lokasi yang dikunjungi. (rodger, 1998). Contoh wisata pendidikan ini seperti museum, kebun binatang, cagar budaya, termasuk juga perpustakaan. Permasalahannya adalah, bagaimana cara menjadikan perpustakaan umum sebagai sarana rekreasi edukatif untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya?? Mari kita bahas satu per satu..

         Banyak perpustakaan umum yang seolah tidak maumengembangkan fungsi sebagai tempat rekreasi dengan alasan keterbatasan dana. Alasan itu sebenarnya tidak sepenuhnya salah, karena pemerintah biasanya membebankan tugas tersebut pada dinas pariwisata. Namun sebenarnya disinilah dibutuhkan kreaatifitas pengelola perpustakaan umum untuk mengeluarkan ide dan inovasi bagaimana fungsi perpustakaan umum sebagai tempat rekreasi bisa direalisasikan. Gagasan dan ide-ide baru sangat dibutuhkan untuk membuat pandangan masyarakat menjadi tertarik datang ke perpustakaan. Cara menjadikan perpustakaan sebagai sarana rekreasi keluarga yang berpendidikan antara lain dengan menyediakan:

1.    Menyediakan Ruang baca yang nyaman sehingga pengunjung betah, termasuk juga ruangan anak.

2.    Adanya fasilitas komputer untuk akses internet gratis

3.    Adanya area free hotspot yang luas

4.    Tersedia ruang multimedia, termasuk miniteater untuk menonton film-film edukatif

5.    Adanya Ruang yang berisi Alat Permainan Edukatif (APE)

6.    Adanya Taman untuk berkumpul

7.    Adanya Ruang Pameran

8.    Kantin

Sedang untuk mensosialisasikan layanan kepada masyarakat , maka perpustakaan umum perlu mengadakan kegiatan-kegiatan antara lain sebagai berikut:

1.    Mengadakan kegiatan literasi massal di perpustakaan umum yang melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat, seperti lomba resensi, baca puisi, mewarnai/menggamar untuk anak, mendongeng, pidato dll.

2.    Membuat leaflet dan brosur layanan perpustakaan.

3.    Sosialisasi layanan melalui perpustakaan keliling

4.    Pameran buku, majalah dinding, pameran-pameran kecil di perpustakaan

5.    Mengadakan kumpul bareng (kopdar) komunitas, seperti komunitas baca buku yang rutin diadakan di perpustakaan umum.

6.    Perpustakaan umum harus buka layanan di hari libur

        Dengan adanya beberapa fasilitas dan kegiatan di atas maka akan membuat orang yang berkunjung merasa nyaman, gembira, senang, terhibur dan pikiran bisa kembali fresh. Sehingga keberadaan perpustakaan umum tidak hanya sebagai tujuan keilmuan saja tetapi juga sebagai tempat yang dituju untuk berwisata, rekreasi, mencari hiburan yang asyik bagi keluarga. Ketika perpustakaan umum sudah ramai dikunjungi masyarakat, maka perpustakaan umum akan lebih mudah untuk melakukan sosialisasi dan promosi terkait pentingnya minat dan budaya baca, belajar dan lain-lain terkait fungsi-fungsi perpustakaan yang lebih luas lagi.

 

DAFAR PUSTAKA

Munir,2010. Pariwisata pendidikan. Jakarta: Universitas pendidikan Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu

http://budya-informasi.blogspot.com/2012/06/perpustakaan-sebagai-tempat-rekreasi.html

 

Oleh : Dwi Riswanto

« Kembali | Kirim | Versi cetak