ARSIPARIS MERUPAKAN SUATU KEBUTUHAN: sebuah opini

Selasa, 27 Desember 2016 09:10:58 - Oleh : usperpus

Arsiparis Work

Bedah Buku & Talk Show Tes CPNS: Yuk, buruan daftar !

Kunjungan SD Muhammadiyah Mutihan

Bantuan Paket Buku untuk Perpustakaan komunitas 2017

Pojok Baca dalam Pameran Seni Rupa Kulon Progo 2017

Perpustakaan siap cetak penulis remaja berbakat Kulon Progo

ARSIPARIS MERUPAKAN SUATU KEBUTUHAN

Oleh : Nur Jatu Hidayati, A.Md.

 

 

Seorang teman lama pernah bercerita bahwa ia berprofesi sebagai seorang Arsiparis di Luar Pulau Jawa, kurang lebih selama 4 tahun berprofesi sebagai Arsiparis (ber - SK Arsiparis) tetapi yang dikerjakan sehari - hari bukanlah ketugasannya, menurutnya hal ini tetap dijalani sebagai amanat dan tanggungjawabnya, meskipun ditemukan banyak kendala dalam pengumpulan angka kredit.

Kejadian seperti ini menunjukkan adanya kurangnya personil dalam pelaksanaan kegiatan di instansi pemerintah, sehingga secara tidak langsung sedikit menggeser jabatan yang lain, padahal mempunyai porsi kepentingan jabatan yang sama di dalam pemerintahan. Selain itu, di instansi / lembaga pemerintah masih dijumpai anggapan terhadap rendahnya jabatan Arsiparis dan anggapan bahwa kearsipan merupakan pekerjaan sampingan masih cukup nge-trend di instansi pemerintah. Lebih parah lagi, anggapan ketika seorang PNS/ASN di mutasi ke Kantor Perpustakaan dan Arsip adalah orang - orang buangan. Tentu saja hal ini dirasa sangat menyakitkan.

Apa yang salah dengan jabatan funsional Arsiparis ?

Apa yang salah dengan Kearsipan ?

Apa yang salah dengan Kantor Perpustakaan dan Arsip ?

Beberapa peristiwa yang menyangkut ketersediaan data dan bukti harusnya memberikan pelajaran bagi kita semua mengenai pentingnya arsip dalam kehidupan berbagsa dan bernegara, misalnya;, predikat WTP yang kesekian kalinya di Pemkab Kulon Progo, kasus lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan dari wilayah NKRI. Hikmah dari peristiwa yang terjadi dapat dikaji ulang kemanfaatan dan kerugiannya serta dilakukan upaya - upaya dalam rangka peningkatan kegiatan kearsipan.

Berbagai upaya dilakukan untuk membuka wawasan masyarakat mengenai arti penting kearsipan dan jabatan fungsional Arsiparis. Kantor Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kulon Progo sebagai Lembaga Kearsipan pernah menyelenggarakan kegiatan apresiasi kearsipan yang berisi talkshow/diskusi kearsipan dan pameran arsip. Dengan harapan memberikan pengetahuan dan wawasan pada masyarakat pada umumnya dan generasi muda pada khususnya. Bahwa profesi Arsiparis merupakan profesi yang penting sama halnya dengan profesi lainnya. Bahwa arsip itu penting.

Definisi Arsiparis menurut Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang - Undang Nomor 43 Tahun 2009 bahwa Arsiparis adalah seseorang yang memiliki kompetensi di bidang kearsipan yang diperoleh melalui pendidikan formal dan atau pendidikan dan pelatihan kearsipan serta mempunyai fungsi, tugas, dan tanggung jawab melaksanakan kegiatan kearsipan.

Arsiparis mempunyai kedudukan hukum sebagai tenaga profesional yang mempunyai kemandirian dan independen dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Hal ini sesuai dengan Penjelasan Pasal 151 ayat (1) Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2012 yang berarti sebagai tenaga fungsional arsiparis dituntut untuk bekerja secara professional. Tugas dan kewajiban dalam pengelolaan arsip dan informasi harus dapat memberikan manfaat dan mendukung bagi ketugasan pemerintahan lainnya, oleh karena itu diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas SDM Arsiparis.

Tetapi itu saja tidaklah cukup. Perlu tindakan nyata dan berkesinambungan serta mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat. Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Bupati Kulon Progo Nomor 42 Tahun 2012 tentang Kualifikasi Jabatan Fungsional Tertentu pada Pemerintah Daerah merupakan bukti adanya pemikiran ke depan dalam perencanaan kebutuhan jabatan fungsional Arsiparis di wilayah Kabupaten Kulon Progo, formasi jabatan arsiparis di Kabupaten Kulon Progo yang sebelumnya 14 orang Arsiparis berubah menjadi 31 orang. 

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah mampukah Arsiparis bertahan, meningkatkan kualitas diri, berperan dalam pengelolaan arsip dan informasi dan tidak lagi dianggap sebagai profesi yang rendah?

 

 

 

« Kembali | Kirim | Versi cetak