Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo
Rubrik : Artikel
Mendekatkan Perpustakaan Umum Sebagai Tempat Rekreasi Keluarga
2015-05-07 11:20:50 - by : perpuskp


         Setiap akhir pekan atau menjelang hari
libur, beberapa keluarga mungkin ada yang merencanakan untuk berlibur ke
lokasi-lokasi wisata alam seperti pantai, gunung, goa, air terjun dll. Ada pula
yang mengajak keluarga untuk wisata belanja dan kuliner seperti ke mall, toko puku,
pasar malam, atau swalayan. Lalu ada pula yang mengajak anggota keluarga untuk
melakukan wisata edukatif seperti ke kebun binatang, museum, tempat cagar
budaya (kraton, candi) atau mendatangi pameran-pameran. Tapi adakah yang
berencana rekreasi bersama keluarga ke perpustakaan umum? Mungkin ada beberapa,
tapi itu masih dianggab sesuatu  rekreasi
yang tidak lazim di negeri ini Dalam pandangan masyarakat, perpustakaan identik
dengan tempat untuk membaca buku dan mengerjakan tugas atau untuk mencari
informasi penting. Padahal salah satu tujuan utama pendirian perpustakaan umum
adalah untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat dan keberadaan perpustakaan
umum pasti ada di setiap kabupaten/ kota . Selain itu berkunjung dan
memanfaatkan fasilitas perpustakaan hampir seluruhnya tidak dikenakan biaya
alias gratis, karena merupakan fasilitas publik yang dibiayai oleh Negara. Lalu
mengapa banyak keluarga yang masih enggan menjadikan perpustakaan umum sebagai
tepat rekreasi edukatif? Ada dua jawaban , pertama karena perpustakaan belum
menempatkan diri sebagai salah satu tempat rekerasi edukatif. Yang kedua,
karena masyarakat umum belum tahu fasilitas dan layanan yang diberikan oleh perpustakaan
umum.


         Fungsi Perpustakaan sebagai tempat wisata
bagi pemustaka dan masyarakat tertuang jelas dalam pasal 1 ayat 1 UU.No.43
Tahun 2007 tentang perpustakaan, yakni  bahwa "perpustakaan adalah institusi pengelola
karya tulis, karya cetak dan/karya rekam, secara profesional dengan sistem yang
baku guna memenuhi  kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pemustaka". Selain itu
pada pasal 3 juga menyebutkan bahwa perpustakaan berfungsi sebagai wahana
pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi untuk meningkatkan
kecerdasan dan keberdayaan bangsa. Menurut UU tersebut jelas perpustakaan umum merupakan
tempat untuk rekreasi sekaligus sebagai wahana wisata pendidikan. Wisata
pendidikan disini adalah suatu program dimana peserta melakukan perjalanan
wisata pada suatu tempat tertentu baik secara individual atau kelompok dengan
tujuan utama mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari lokasi yang
dikunjungi. (rodger, 1998). Contoh wisata pendidikan ini seperti museum, kebun
binatang, cagar budaya, termasuk juga perpustakaan. Permasalahannya adalah,
bagaimana cara menjadikan perpustakaan umum sebagai sarana rekreasi edukatif
untuk keluarga dan masyarakat pada umumnya?? Mari kita bahas satu per satu..


         Banyak perpustakaan umum yang seolah tidak maumengembangkan
fungsi sebagai tempat rekreasi dengan alasan keterbatasan dana. Alasan itu
sebenarnya tidak sepenuhnya salah, karena pemerintah biasanya membebankan tugas
tersebut pada dinas pariwisata. Namun sebenarnya disinilah dibutuhkan
kreaatifitas pengelola perpustakaan umum untuk mengeluarkan ide dan inovasi
bagaimana fungsi perpustakaan umum sebagai tempat rekreasi bisa direalisasikan.
Gagasan dan ide-ide baru sangat dibutuhkan untuk membuat pandangan masyarakat
menjadi tertarik datang ke perpustakaan. Cara menjadikan perpustakaan sebagai
sarana rekreasi keluarga yang berpendidikan antara lain dengan menyediakan:


1.    Menyediakan Ruang baca yang nyaman sehingga
pengunjung betah, termasuk juga ruangan anak.


2.    Adanya fasilitas komputer untuk akses
internet gratis


3.    Adanya area free hotspot yang luas


4.    Tersedia ruang multimedia, termasuk
miniteater untuk menonton film-film edukatif


5.    Adanya Ruang yang berisi Alat Permainan
Edukatif (APE)


6.    Adanya Taman untuk berkumpul


7.    Adanya Ruang Pameran


8.    Kantin


Sedang untuk mensosialisasikan layanan
kepada masyarakat , maka perpustakaan umum perlu mengadakan kegiatan-kegiatan
antara lain sebagai berikut:


1.    Mengadakan kegiatan literasi massal di
perpustakaan umum yang melibatkan keluarga, sekolah dan masyarakat, seperti
lomba resensi, baca puisi, mewarnai/menggamar untuk anak, mendongeng, pidato
dll.


2.    Membuat leaflet dan brosur layanan
perpustakaan.


3.    Sosialisasi layanan melalui perpustakaan
keliling


4.    Pameran buku, majalah dinding,
pameran-pameran kecil di perpustakaan


5.    Mengadakan kumpul bareng (kopdar)
komunitas, seperti komunitas baca buku yang rutin diadakan di perpustakaan
umum.


6.    Perpustakaan umum harus buka layanan di
hari libur


        Dengan adanya beberapa fasilitas dan
kegiatan di atas maka akan membuat orang yang berkunjung merasa nyaman,
gembira, senang, terhibur dan pikiran bisa kembali fresh. Sehingga keberadaan
perpustakaan umum tidak hanya sebagai tujuan keilmuan saja tetapi juga sebagai
tempat yang dituju untuk berwisata, rekreasi, mencari hiburan yang asyik bagi
keluarga. Ketika perpustakaan umum sudah ramai dikunjungi masyarakat, maka
perpustakaan umum akan lebih mudah untuk melakukan sosialisasi dan promosi
terkait pentingnya minat dan budaya baca, belajar dan lain-lain terkait fungsi-fungsi
perpustakaan yang lebih luas lagi.


 


DAFAR PUSTAKA


Munir,2010.
Pariwisata pendidikan. Jakarta: Universitas pendidikan Indonesia.


Undang-undang
Republik Indonesia No.43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan.
Yogyakarta: Graha Ilmu


http://budya-informasi.blogspot.com/2012/06/perpustakaan-sebagai-tempat-rekreasi.html


 


Oleh : Dwi Riswanto


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo : http://perpustakaan.kulonprogokab.go.id
Versi Online : http://perpustakaan.kulonprogokab.go.id/article/161/mendekatkan-perpustakaan-umum-sebagai-tempat-rekreasi-keluarga.html