KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN PUSAT KEMENTERIAN PERTANIAN

Pengasih—Kementrian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) merupakan Lembaga Negara yang khusus menangani bidang pertanian. Sebagai lembaga yang mempunyai bidang pekerjaan yang spesifik, kementrian ini berusaha untuk melakukan identifikasi dan produksi informasi yang sesuai dengan pekerjaannya, salah satunya dilakukan dengan memfasilitasi perpustakaan disetiap perwakilan institusi tersebut di seluruh wilayah Indonesia. Pada hari Senin, 11 oktober 2021 Dinas perpustakaan dan kearsipan Kulon Progo berkesempatan untuk bertata muka secara terbatas dengan para pustakawan dari Perpustakaan kementan RI ini.

Acara kunjungan studi banding ini dihadiri oleh 3 orang pustakawan dari Kementan yaitu Dr. Riko Bintari Pertamasari, S.Sos, M.Hum, Dr. Bambang Winarko, M.Sc, Mustika Sinuraya, MP. Dalam kesempatan itu Dr Riko (Pustakawan Ahli Madya) sebagai ketua rombongan menyampaikan maksud dan tujuan studi banding tersebut adalah untuk sharing informasi tentang program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Hal ini dilakukan karena pada tahun ini Perpustakaan Kementan ditunjuk oleh Perpustakaan Nasional sebagai satu-satunya perpustakaan khusus yang akan dikembangkan menjadi perpustakaan yang berbasis inklusi sosial. Sehingga pada tahun 2022 nanti perpustakaan kementan akan melakukan sharing kegiatan yang melibatkan antara perpustakaan dengan para penyuluh yang ada di lapangan. Pada kesempatan ini juga diserahkan buku-buku hasil penelitian Kementan dan Poster  untuk dijadikan sebagai koleksi di Dispusip KP

Kedatangan para Pustakawan Kementan ini disambut baik oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kulon Progo Tri Wahyudi, SIP,MM. Beliau menyatakan bahwa di Perpustakaan Kulon Progo sudah menjalankan program inklusi sosial seak tahun 2017 dan telah melakukan replikasi program ini ke 15 perpustakaan desa melalui program Perpuseru ataupun program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.  Pengembangan kegiatan inklusi di masing-masing perpustakaan desa disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat setempat, ada yang fokus dibidang ketrampilan, pendidikan anak, pertanian, perikanan, pariwisata dan lain-lain. Oleh karena itu kedatangan para Pustakawan Kementan ini diharapkan dapat menjadi pintu awal bagi kedua lembaga untuk berkolaborasi dalam menjalankan program perpustakaan berbasis inklusi sosial. Pelaksanaan program ini tidak bisa dilakukan oleh perpustakaan sendiri. Hal ini akan dapat terlaksana secara maksimal jika ada kolaborasi dengan seluruh stakeholder salah satunya adalah Kementrian Pertanian.#Salamliterasi#Literasiuntukkesejahteraan. (ekaperpus)