Pelajar Kulon Progo Tumpah Ruah di Wisata Buku Perpusda

  Wates -- Rabu pagi, 31 Juli 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo mendapat kunjungan dari TK ABA Sendangsari, SMK N 2 Pengasih, dan SMP BOPKRI 1 Wates. Kunjungan ini dalam rangka Wisata Buku yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Penerbit Diva Press. Ada sejumlah 122 siswa dan 7 guru pendamping yang berwisata buku kali ini, masing-masing 23 siswa dan 3 guru pendamping dari TK ABA Sendangsari, 72 siswa dan 2 guru pendamping dari SMK N 2 Pengasih, dan 27 siswa dan 2 guru dari SMP BOPKRI 1 Wates.

Awalnya TK ABA Sendangsari datang lebih awal, yakni sekitar pukul 08.00 WIB, disusul SMK N 2 Pengasih yang datang kisaran pukul 10.15 WIB, akhirnya datang rombongan dari SMP BOPKRI 1 Wates pada pukul 11.45 WIB. Sejak memasuki gedung perpustakaan para siswa disambut semyum ramah pusakawan yang bertugas, yakni Uswatun Hasanah, SIP, Dwi Riswanto, Amd, dan Y. Indarto. Para pustakawan ini mengarahkan dan membimbing serta menjelaskan tentang cara serta tatacara berkunjung, mendaftar menjadi anggota, memanfaatkan bahan pustaka,serta  meminjam dan mengembalikan buku.

  Rombongan TK ABA Sendangsari tampak gembira dan bersemangat ketika diajak berkeliling dari ruang ke ruang seraya mendengarkan penjelasan dari petugas. Sementara rombongan dari SMK N 2 Pengasih diajak ke aula untuk mendapakan sosialisasi iKulonprogo, sebuah aplikasi Pepustakaan Maya yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo. Usai berkeliling mereka dipersilakan memilih buku dan membaca sesuai selera. "Hmm, mereka tampaknya kurang tertarik menggunakan komputer yang sudah terkoneksi internet yang tertata di sudut ruang baca itu", komentar seorang guru pendamping. "Mereka belum familiar dengan komputer dan internet, maklum mereka masih TK, " lanjut lainnya.

  Ibu Aryami menjelaskan bahwa kegiatan ini sudah cukup lama terprogram, namun karena adanya beberapa kendala, seperti jam sekolah yang padat dan biaya, baru sekarang bisa terlaksana. Menurut beliau, kegiatan kunjungan semacam ini sangat bermanfaat dan penting bagi anak-anak guna mengenalkan pada budaya literasi. Selain itu anak juga mendapatkan pengalaman penting terkait dengan keberadaan perpustakaan ini. Selama ini ada kesan di kalangan anak-anak sendiri bahwa perpusakaan ini merupakan tempat yang asing sehingga ragu-ragu atau enggan untuk mengunjunginya. Sekarang mereka menjadi tahu bahwa mengunjungi perpustakaan sangatlah menyenangkan. Apalagi di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo ini sudah didukung oleh berbagai fasilitas yang menunjang dan membuat para pengunjung merasa nyawan dalam mengakses bahan pustaka sesuai kebutuhan. Anak-anak juga menjadi tahu bahwa ternyata perpustakaan ini bukan hanya tempat untuk memba saja. Di sini, mereka juga bisa berlatih pengembangan diri di antaranya bermain musik, belajar komputer dan kerajinan tangan.

  Fransisca Inka Ristiani, seorang siswa SMP BOPKRI 1 Wates menyampaikan kesannya bahwa karamahan dan kesigapan para petugas palayanan dalam melayani para pengunjung cukup terasa. Dalam kunjungan ini juga terlihat bahwa yang paling mereka minati adalah buku-buku cerita.  Di sini ada yang menarik, segera setelah memilih buku, mereka menyiapkan alat tulis. Sembari membaca buku mereka menuliskan sesuatu di buku catatan mereka.Tampaknya ada tugas dari guru mereka.

  Setelah dirasa cukup, selanjutnya mereka diajak mengunjungi pameran Buku Murah yang diselenggarakan oleh Diva Press. Mereka berlarian menuju stan pameran. Ada yang langsung sibuk memilih-milih buku, namun ada juga yang berkeliling dan melihat-lihat saja. Ayo Dik, cepat pilih bukunya!(ind)***