Setetes Peluh Secercah Asa

Wates – Sebutir peluh luruh di kening Mbak Dita yang tengah tergopoh sibuk menelusuri arsip dan dokumen pendukung data borang akreditasi. Di sebelahnya, Mbak Lasmi tak kalah sibuk. Dengan gesit ia melayani ke sana ke mari mencarikan bahan pendukung yang telah disiapkan terkait kelengkapan administrasi pendukung borang, sembari sigap memberikan keterangan dan penjelasan atas apa yang ditanyakan oleh anggota tim pendampingan akreditasi.


Meski sibuk dan berpeluh kali ini wajah mereka ceria, sorot mata berbinar memancarkan rasa lega. Kontras dengan beberapa waktu lalu ketika tim pendamping datang pertama kali. Wajah mereka tampak muram seakan memikul beban berat. Betapa tidak, waktu akreditasi semakin mengejar sementara persiapan masih jauh tertinggal. Support dari tim membuahkan hasil. Dalam waktu relatif singkat mereka mampu menyiapkan segalanya nyaris sempurna. Luar biasa!   

 

Pagi ini, Selasa 6 Agustus 2019 merupakan saat dimana tim pendampingan akreditasi perpustakaan desa dari Perpusda mengadakan kunjungan untuk melakukan monitoring ke Perpusdes “Arum” Desa Banjararum, Kalibawang sebagaimana telah diagendakan. Tim pendampingan yang dipimpin oleh Kabid Perpustakaan Bapak Sarjana, SE diterima langsung oleh Kepala Desa Banjararum Bapak Warudi beserta jajaran perangkat desa dan seluruh staf pengelalola perpustakaan, yang diketuai oleh Bapak Sukardal.


Dalam sambutannya Bapak Warudi mengungkapkan kerinduannya akan adanya program yang bisa memicu minat baca warganya. Salah satu gagasannya yang cukup menarik ialah bahwa beliau akan mencanangkan bagi setiap pasangan yang hendak menikah wajib meminjam dan membaca buku di Perpustakaan Desa “Arum” sebagai salah satu syaratnya. Untuk membangun keluarga, mereka harus membekali diri dengan pengetahuan yang baik terkait kehidupan berumah tangga nantinya. Ide yang menggelitik ini rupanya menarik bagi Bapak Sarjana, SE yang lalu mengusulkan bahwa mereka juga wajib menyumbang satu buku untuk perpusdes “Arum”.

 

Setelah acara penyambutan, selanjutnya tim melakukan verifikasi terhadap borang dan data pendukung guna melihat sampai sejauh mana progress yang telah dicapai. Dalam verifikasi ini ditemukan beberapa datum yang kurang sesuai dengan kenyataan terkini sehingga perlu update, juga secara teknis perlu adanya tambahan sajian data dalam bentuk tabel dan grafik. Selain itu, tim juga melihat perlunya pembenahan dan penyempurnaan kelengkapan administrasi.Sementara itu, kendala yang ditemui sebagaimana diungkapkan oleh Mbak Dita adalah tentang keterbatasan sarana komputer untuk otomasi dan ketersediaan ruang, serta kelengkapan koleksi.


Namun ada secercah asa, ketika melihat semangat mereka untuk berupaya melengkapi dan menyempurkan semua kekurangan ini. Ada memori kolektif yang menjadi amunisi dan mampu memompa semangat mereka, yakni kerinduan untuk mengulang masa kejayaan ketika Perpusdes “Arum” menjadi juara tingkat nasional beberapa tahun lalu. Dengan menyeka peluh dengan buku jarinya, Mbak Lasmi berujar, “…masih ada waktu. Kita pasti Bisa!”

 

Usai pendampingan akreditasi Perpustakaan Desa “Arum”, tim pendampingan melanjutkan perjalanan menuju Perpusdes “Sumber Ilmu” Desa Giripurwo untuk tujuan sama. Di sini verifikasi berjalan lancar, hanya menyusun data yang sudah cukup lengkap. Hal ini dikarenakan perpustakaan ini baru saja mengikuti lomba perpustakaan desa tingkat provinsi dan berhasil mengukir presasi dengan nominasi nomor 5 se-provinsi DIY. (ind)***