Perpustakaan Desa Kulon Progo Lestarikan Budaya Lokal Melalui Kegiatan Pelibatan Masyarakat

Budaya merupakan kekayaan intelektual yang digunakan sebagai indikator dari ketinggian pengetahuan dan peradaban sebuah bangsa. Batik merupakan kekayaan intelektual asli Indonesia yang termasyhur hingga ke pelosok dunia. UNESCO sebagai  lembaga Internasional yang menaungi bidang pendidikan dan sosial budaya pun telah mengakui batik Indonesia sebagai sebuah kekayaan intelektual yang mempunyai kekhasan tersendiri. Membatik dapat dilakukan dengan berbagai macam teknik baik itu tradisional maupun modern yang kesemuanya dapat memperkaya khazanah budaya bangsa. Diantara bermacam motif dan teknik membuat batik, salah satu yang sedang menjadi trend adalah membuat motif batik menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan yang berwarna untuk diaplikasikan langsung pada kain yang dikenal dengan teknik ecoprint.

Kegiatan pembuatan kain batik dengan berbagai ragam cara ini menjadi inspirasi bagi dua perpustakaan desa di Kabupaten Kulon Progo yaitu di perpusdes Tunas Bangsa Sentolo dan perpus desa Lentera Bugel untuk melakukan kegiatan pelibatan masyarakat. Dari kegiatan yang dilakukan di perpustakaan desa ini banyak manfaat yang diperoleh oleh para pesertanya. Manfaat yang dapat dirasakan oleh para peserta pelatihan antara lain adanya tambahan pengetahuan, peningkatan keterampilan yang dapat digunakan untuk menambah pemasukan secara ekonomi dan “nguri-uri” atau melestarikan budaya Indonesia. Meskipun kedua perpus desa ini menggunakan teknik yang berbeda dalam membatik namun keduanya telah memberikan warna tersendiri dalam kegiatan yang ada di perpustakaan. Pada awal tahun 2021 ini kegiatan membatik dengan cara tradisional diselenggarakan oleh perpusdesa Tunas Bangsa secara rutin setiap hari jumat dengan didukung dana dari APBDes, sedangkan kegiatan pelatihan membatik dengan teknik ecoprint telah diselenggarakan oleh perpustakaan desa Lentera Bugel dengan berkerja sama dengan LAZISMU jogja.

Kegiatan yang dilakukan oleh kedua perpustakaan desa ini merupakan buah manis dari program pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dijalankan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo. Dengan menyelenggarakan berbagai macam kegiatan di perpustakaan telah memberikan bukti nyata pada masyarakat bahwa keberadaan perpustakaan dapat memberikan manfaat lain selain ilmu pengetahuan yaitu peningkatan keterampilan dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya. #Salamliterasi#pengenmulyaayomaca#