Ada yang berbeda pada sabtu pagi (24/03/18) di aula perpusda Kulon Progo, banyak muda mudi riuh di aula perpustakaan, dengan bercanda, diskusi kelompok dengan menggunakan bahasa asing. Ternyata mereka sedang mengikuti kegiatan bule mengajar, sebuah kegiatan gerakan sosial yang melibatkan orang asing untuk berbagi, sekaligus mengenalkan bahasa dan budayanya ke pemuda pemudi di yogyakarta.
Kali ini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan memfasilitasi program bule mengajar untuk berkegiatan di perpustakaaan dan bekerjasama dengan Deutches Zentrum, sebuah lmbaga kursus bahasa jerman di Yogyakarta. Ķegiàtan ini diikuti oleh 58 orang peserta yang terdiri dari pelajar SMA/SMK, mahasiswa dan umum. Peserta memang difokuskan untuk remaja s/d pemuda yang berusia 18-26 tahun. Hal ini karena materi kegiatan tentang peluang beasiswa ke jerman, share bagaimana hidup di jerman dan tentang peluang menarik menjadi aupair di jerman.
Pada kesempatan ini ada 2 orang bule yang jadi volunteer yakni Sylvester Simon Tremmel dan Throsten Grafe. Mereka berdua bergantian mengajarkan berbagai hal kepada peserta kegiatan, antara lain tentang bahasa jerman, budayanya, berbagai peluang study di jerman, tempat wisatanya dan juga peluang bertukar budaya sambil bekerja/ kuliah dengan menjadi anak asuh keluarga di jerman (aupair). Program aupair ini yang beberapa tahun ini lagi trend dikalangan anak muda dan mahasiswa. Melalui program ini, kita bisa belajar mengenal sekaligus mendalami kehidupan di luar negeri, bisa sambil bekerja atau kuliah tapi tetep harus bertanggungjawab membantu pekerjaan sehari-hari orang tuà asuh kita. Papar salah satu peserta kegiatan. Selain itu kedua bule tersebut juga berbagi tips bagaimana cara mudah menguasai bahasa jerman, dengan cara dialog dan diskusi kelompok. Acara ini berlangsung mulai jam 10.00 s/d 15.00 WIB. Banyak peserta berharap acara seperti ini rutin diagendakan di perpustakaan, karena selain menambah ilmu, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat bagi generasi muda.