Pada hari Rabu, 2 Oktober 2024. Seluruh Pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Kulon Progo melaksanakan apel pagi dengan mengenakan pakaian batik. Bertepatan memperingati hari batik nasional Tahun 2024. Sesuai Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo Nomor 025/2162 tentang Hari Batik Nasional maka seluruh pegawai diperintahkan untuk memakai pakaian batik mulai tanggal 2 sampai 31 Oktober 2024.

Sejarah ditetapkannya 2 Oktober sebagai hari batik nasional
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009 tentang Hari Batik Nasional disebutkan bahwa Batik Indonesia telah dikukuhkan ke dalam Daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh United National Educational Scientific Cultural Organization (UNESCO), Batik dapat meningkatkan citra positif dan martabat bangsa Indonesia di Forum Internasional serta menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan terhadap kebudayaan Indonesia, Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap upaya perlindungan dan pengembangan batik Indonesia, Pemerintah telah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional;
Sejarah batik di Indonesia berkaitan dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di tanah Jawa. Pengembangan batik banyak dilakukan pada masa kerajaan Mataram kemudian masa kerajaan Solo dan Yogyakarta, dilansir dari laman Lendah Kulon progo. Meluasnya seni batik ini menjadi milik rakyat Indonesia pada akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan semuanya adalah batik tulis dan pada awal abad ke-XX, batik cap baru dikenal.
Awalnya batik hanya dikerjakan dalam keraton saja untuk pakaian para raja dan keluarganya. Namun, lama kelamaan batik ini mulai dibuat oleh rakyat biasa dan banyak digemari untuk dijadikan pakaian. Bahan pewarna yang digunakan dalam pembuatan batik berasal dari tumbuhan, seperti pohon mengkudu, soga, soda abu, dan tanah lumpur.
Batik merupakan perekat bangsa sekaligus simbol persatuan. Dengan memakai batik, maka tidak ada lagi strata sosial, kaya maupun miskin, karena batik menunjukkan kebersamaan. Melalui peringatan ini warisan budaya batik akan semakin mendunia dan masyarakat Indonesia harus memiliki kepercayaan diri memakai batik sebagai upaya merawat warisan budaya Indonesia. Hari Batik Nasional tidak hanya untuk menguatkan jati diri bangsa Indonesia, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui industri batik.