Kamis 12 Desember 2024_Konsultan Perpusnas program TPBIS Untoro dan Sayiqu mengadakan kunjungan monitoring ke Kabupaten Kulon Progo. Kunjungan silaturahmi ini dalam rangka evaluasi perkembangan program TPBIS di Kulon Progo dalam menghadapi era digital. Pada kesempatan ini Kadinas perpustakaan dan kearsipan menyatakan bahwa untuk menghadapi generasi muda saat ini mempunyai tamtangan yang luar biasa. Perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat perlu diimbangi dengan kemampuan literasi yang baik. Munculnya program artificial inteligent (AI) perlu disikapi dan digunakan secara bijak. Adanya program TPBIS ini menjadi pembuktian bahwa perpustakaan harus menjadi agen perubahan untuk lndonesia yag lebih baik.
Konsultan Untoro menguatkan hal tersebut bahwa program TPBIS diinisiasi untuk membangun pemahaman literasi di masyarakat secara menyeluruh. Artinya perpustakaan yang selama ini menyasar pelajar, mahasiswa harus memperluas layanannya pada segmen masyarakat yang lain seperti petani, nelayan atapun kaum disabilitas. Kemapuan literasi itu sendiri bukan sekedar membaca teks akan tetapi harus sampai pada pemahaman terhadap apa yang dibaca dan kondisi yang menyertainya. Hal ini yang akan menjadi tolak ukur bagi masyarakat kita literate atau tidak.
Perpustakaan akan tetap ada dan dibutuhkan apabila mampu beradaptasi dengan tekonologi yang berkembang.
Tak kalah penting bahwa sebuah program akan berhasil apabila:
- ada pakem yang ditentukan oleh Perpusnas, sehingga terbit sebuah Regulasinya yang dapat digunakan sebagai acuan,
- Penguatan sumber daya manusia,
- Struktur organisasi program TPBIS harus diperjelas lagi sehingga akan lebih mudah diaplikasikan di daerah.
- Perlunya penghargaan dari Perpusnas bagi lembaga yang dapat mengaplikasikan program tersebut dengan baik.