Wates – Kamis, 4 November 2020, jam 07.30 WIB, di sudut belakang Ruang Aula Dinas Perpustakaan dan Kersipan Kabupaten Kulon Progo, duduk seorang perempuan muda berparas cantik dengan seragam putih hitam memandang tajam layar monitor personal computer (PC) di depannya. Di sisi kanan meja tersaji segelas teh hangat dan beberapa bungkus camilan kemasan, sementara di sisi lain satu buah notebook dan lembaran kertas putih tertindih satu buah ballpoint. Tangan kanannya sibut menggerakkan dan mengklik mouse. Klik..klik-klik… dan muncuah aplikasi zoom!
Nurul Fahmayanti, S.IP, itulah nama perempuan muda yang hari-hari belakangan selalu duduk menyepi di sudut belakang ruang ini. Mbak May, panggilan akrab pustakawan ahli muda ini, memang satu-satunya peserta dari Dinas Perpustakaan dan Kersipan Kabupaten Kulon Progo yang mengikuti Diklat Assesor Akreditasi Perpustakaan yang diselenggarakan oleh Pusdiklat Perpusnas RI. Diklat ini merupakan tindak lanjut dari bimtek assesor yg telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Peserta diklat ini berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Mereka inilah yang nantinya menjadi mitra LAP (Lembaga Akreditasi Perpustakaan) Perpusnas di daerah dalam upaya membina perpustakaan agar kualitasnya meningkat.
Maksud utama diklat ini adalah membekali calon assessor dengan ilmu yang memadai dengan memahami aturan dasar hukum akreditasi perpustakaan. Beberapa materi sebagai mata ajar dalam diklat ini antara lain: standar dan akreditasi, pelayanan perpustakaan prima, sistem akreditasi perpustakaan dan UU No 43 tahun 2007, dokumen akreditasi perpustakaan, kode etik asseor, prosedur dan komunikasi audit, serta praktik assesmen perpustakaan secara daring.
Meski sempat mengatakan bahwa lulus diklat ini tidak otomatis menjadi assesor, melainkan tergantung bagaimana nantinya keputusan dan kebijakan pihak LAP, namun tetap saja hari ini wajah Mbak May tampak berseri, luapan emosi dari dalam hati tetap tak tersembunyi meski lampu ruangan begitu remang. Zoom sudah menyala, acara penutupan diklat pun segera dibuka. Mbak May menghela nafas, mencoba mengatur debar jantungnya. Ia coba atur posisi badan agar bisa duduk nyaman. Rasa lega mulai menjalari ruangan dadanya, hari-hari berat selama diklat telah lupa, sebentar lagi diklat pun purna. Terimakasih, dan selamat datang calon assessor muda! (iua)